INILAHCOM, Jakarta - Mengantisipasi membludaknya penumpang saat Lebaran, PT KAI Commuterline Jabodetabek (KCJ) memberlakukan kebijakan baru berupa Tiket Harian Berjaminan Pulang Pergi (THB PP).
Sebelumnya, Direktur Utama PT KCJ, M Fadil memperkirakan, penumpang KCJ bakal meningkat 30% ketika Hari Raya Idul FFitri 1437 Hijriah tiba. Kebijakan yang baru pertama kali dilakukan dan mulai berlaku pada Minggu, 3 Juli 2016 ini, mempermudah dan mengurangi antrian penumpang di loket stasiun," kata Eva Chairunisa, Vice Precident Komunikasi Perusahaan PT KCJ di Jakarta, Minggu (3/7/2016).
Eva bilang, secara fisik tidak ada perbedaan bentuk, antara tiket THB PP dengan tiket THB yang selama ini berlaku pada perjalanan KRL. Hanya saja, secara sistem tiket tersebut bisa diisi tarif untuk 2 kali perjalanan pulang-pergi.
Sebagai contoh, penumpang dari stasiun Bogor dengan tujuan Jakarta Kota, kini selain dapat membeli tiket relasi Bogor-Jakarta Kota, dapat sekaligus membeli tiket perjalanan untuk pulang ke stasiun asal (relasi Jakarta KotaBogor)," terang Eva.
Dengan demikian, masih kata Eva, ketika penumpang tiba di stasiun tujuan, dan ingin kembali ke stasiun asal, tidak perlu lagi mengantri untuk isi ulang relasi THB.
1. Transaksi ini hanya dapat dilakukan di loket THB, pada Vending Machine (C-Vim) belum dapat melayani transaksi tersebut.
2. Tap In dan Tap Out di stasiun yang sama, maka seluruh tarif perjalanan PP akan hangus.
3.
4.
Sekedar informasi, selain memberlakukan THB PP, kali ini PT KCJ juga meluncurkan KMT edisi lebaran. Edisi ini hanya dicetak sebanyak 5 ribu kartu dan dijual terbatas mulai tanggal 610 Juli 2016 di Stasiun Bogor, Tebet, Manggarai, Jakarta Kota, Tanah Abang dan Tangerang dengan harga Rp 50 ribu sudah termasuk saldo kartu senilai Rp 30 ribu.
