Ratusan warga Yogyakarta rela berebut gunungan syawal yang disediakan oleh pihak kraton Ngayogyokarto Hadiningrat pada siang tadi. Mereka rela saling berdesakan untuk mendapatkan berkah gunungan.
Tujuh gunungan yang dibagi di lokasi berbeda ini meliputi tiga buah Gunungan Lanang, Satu Gunungan Putri, Satu Gunungan Darat, Satu Gunungan Gepak dan satu Gunungan Pawuha. lima gunungan dibawa ke Masjid Gede Kauman, satu gunungan dibawa ke Puro Pakualaman dan satu gunungan lagi di bawa ke Kantor Kepatihan.
Rombongan tiba di Gedung Kepatihan dengan pengawalan dua gajah dari Kebun Binatang Gembira Loka dan Bregodo Prajurit Bugis berpakaian hitam dengan tombak. Setelah itu Gunungan Lanang yang diusung oleh para abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan dipimpin KRT Widyo Condro Ismoyo Ningrat disambut oleh Asisten Keistimewaan, Didik Purwadi.
Setelah didoakan, warga yang sudah berkerumun langsung mencabut gunungan yang berisikan hasil bumi itu, sebagai simbol perwujudan sedekah dari sultan untuk rakyatnya. Warga tak peduli berdesakan untuk berebut makanan di gunungan itu.
Salah seroang warga, Sanusi mengaku sengaja datang dari Bantul untuk mendapatkan hasil bumi untuk ngalap berkah atau mendapatkan berkah yang berasal dari kraton Yogyakarta.
Saya mendapatkan kacang panjang, nanti disimpan semoga berkah," katanya di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (7/7/2016).
Wisatawan dan warga rela berebut gunungan meski beberapa diantaranya tidak tahu simbol yang di perebutkan. Tak pelak hanya hitungan menit gunungan habis diperebutkan. Saya ikut-ikutan saja kebetulan pas di Yogja," kata Ansori warga asal Bandung.
