itu di akan tetap bergabung atau meninggalkan Uni Eropa (UE).
dengan 52 persen suara berbanding 48 persen.
Para pendukung petisi tersebut menuntut pemerintah untuk menjalankan aturan untuk mengadakan referendum lain jika suara untuk “tinggal” atau “keluar” dari UE kurang dari 60 persen atau partisipan referendum kurang dari 75 persen total pemilih.
Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa peraturan tersebut tidak pernah ditetapkan untuk referendum kali ini dan menolak diadakannya referendum kedua.
Minggu, (10/7/2016).
Kami harus mempersiapkan proses untuk keluar dari UE dan pemerintah telah berkomitmen untuk memastikan hasil terbaik bagi Inggris dalam proses negosiasi.
Hal senada disampaikan oleh dua orang kandidat yang menggantikan PM David Cameron yang akan mundur pada Oktober mendatang. pada referendum lalu.
kata kandidat favorit Theresa May saat mengumumkan pencalonan dirinya. Sedangkan kandidat lainnya, Andrea Leadsom yang mendukung keluarnya Inggris dari UE meyakini Inggris akan dapat makmur dengan keluar dari UE.
