logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

July 11, 2016 at 08:15AM

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengaku prihatin dengan terulangnya kembali penyenderaan terhadap WNI di luar negeri, tepatnya di wilayah perairan antara Malaysia dan Filipina, dan mengatakan itu menandakan kewibawaan Indonesia dilecehkan.

Saya prihatin kenapa negara kita dilecehkan oleh orang atau kelompok. Itu artinya kewibawaan kita tidak dihitung," katanya di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah meningkatkan peran diplomasi dengan negara-negara sahabat. Selain itu menurut dia, Indonesia harus menunjukkan kekuatannya sehingga kewibawaan Indonesia dihitung oleh pihak luar.

Tentu hal itu tidak instan sehingga harus terus dilakukan," ujarnya.

Politikus PKS itu menilai kedua langkah itu rasional dilakukan karena pemerintah Indonesia tidak mungkin masuk wilayah negara lain untuk mengawasi WNI.

Selain itu menurut dia, pemerintah tidak mungkin mengawasi semua kapal Indonesia dan seluruh wilayah laut Indonesia selama 24 jam.

Yang memungkinkan adalah meningkatkan kewibawaan agar mereka menghitung kita," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI sudah memperoleh informasi ihwal tiga warga negara Indonesia yang disandera di perairan Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Kemlu masih terus berkomunikasi dengan berbagai sumber. Segera setelah semua terverifikasi, Menlu akan sampaikan statement resmi," kata Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kemlu, Muhammad Iqbal, Minggu (10/7).

Kepolisian Lahad Datu juga telah memberikan pernyataan terkait dengan penyanderaan itu yaitu terjadi pada Sabtu (9/7) malam.

Penculikan terjadi sekitar 3,5 mil dari Pantai Kampung Sinakut (Sabah)," ujar Komisaris Polisi Datuk Rashid Harun.

Lima penyandera, ujar dia, menggunakan perahu motor mendekati kapal ikan yang ditumpangi tujuh orang nelayan.

Menurut dia, tiga dari penyandera itu naik ke kapal, sementara dua lainnya menunggu, mereka diyakini bersenjatakan senapan M14 dan M16 serta M4 Karabin, dilengkapi peluncur granat.

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. BERITA OKNUM - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger