Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan mengungkapkan, pembangunan bandara-bandara baru yang nantinya memanfaatkan ruang udara di Selatan Pulau Jawa paling lambat dikerjakan pada awal 2017, dengan catatan jika lahan sudah tersedia.
Presiden Jokowi, pada ratas mengenai mengenai lanjutan pembahasan pola operasi Bandara Enclave Civil dan pemanfaatan ruang udara di Selatan Pulau Jawa. Adapun, ratas tersebut juga membahas sekaligus mengenai penerbangan dan pengelolaan Bandara Sipil, telah memutuskan untuk menyepakati pemanfaatan ruang udara di Selatan Pulau Jawa.
Kendati demikian, Presiden Jokowi akan menginstruksikan membangun bandara baru untuk memanfaatkan penerbangan pada jalur Selatan di Pulau Jawa. Selain ketersediaan lahan, kata Jonan, pembangunan bandara baru di Selatan Pulau Jawa juga harus tidak memiliki konflik ruang udara dengan bandara yang sudah eksis sebelumnya.
Tidak boleh konflik dengan Abdurrahman Saleh di Malang, kedua tidak boleh konflik dengan Pangkalan Udara Is Wahyudi di Madiun. Nanti kita lihat lokasinya. Selama itu tidak konflik akhirnya kembali ke ketersediaan lahan," kata Jonan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (13/7/2016).
Menurut Jonan, jika lahan untuk pembangunan bandara baru hingga akhir tahun telah tersedia, maka pembangunan paling lambar dikerjakan pada awal 2017. Jadi ini akan kumpulkan bupati dan walikota sekitar daerah situ, termasuk Kediri," tambahnya.
Pemanfaatan ruang udara di Selatan Pulau Jawa, kata Jonan akan tertuang pada Perpres, yang mana payung hukum tersebut lebih menegaskan pada pemanfaatan bersama ruang udara yang sudah ada.
Untuk sharing ruang udara ada, dan juga tentang enclave civil, tentang keuangan, pemanfaatan aset pangkalan udara dan bandara udara, pendapatan jasa pelayanan Bandar udara, kerja sama personil TNI khususnya TNI AU dengan penerbangan sipil juga masalah kewenangan dan ruang udara yang digunakan bersama," jelasnya.
Jonan menyebutkan, wilayah yang berpotensi untuk memanfaatkan ruang udara di Selatan Pulau Jawa atau yang selama ini dilarang Blitar, Trenggalek, Pacitan, Kediri, Ponorogo, Cilacap, Probolinggo.
Kalau ini bisa, kalau penerbangan ke Bali, Banyuwangi, Solo, Jogja, itu kira-kira paling kurang waktunya 10 persen, sehingga fuelnya bisa hemat 15%. Nah kalau bisnis, tentunya potensinya bisa. Kan ini kita coba supaya biaya transportasinya lebih kompetitif. Kedua, supaya kapasitasnya bisa tambah lebih banyak," tutupnya.
