RS dr Sander B Cikarang memberikan vaksinasi ulang bagi masyarakat penerima vaksin bermasalah, sebagai solusi dan kepedulian rumah sakit tipe D tersebut kepada para pasien.
Direktur Operasional RS dr Sander B Cikarang, dr. Desianti Saraswaty menyatakan, total terdapat 63 anak yang divaksin ulang yang mana seluruhnya adalah balita yang menjadi korban vaksin bermasalah sepanjang April 2015-April 2016.
Kami minta maaf kepada masyarakat. Meski kami juga menjadi korban, namun masyarakat adalah pihak paling dirugikan. Itulah sebabnya, kami memberikan solusi melalui vaksinasi ulang secara cuma-cuma," kata wanita yang akrab disapa Deasy itu, Sabtu (16/7/2016).
Menurutnya , untuk memastikan mereka bisa mengikuti vaksinasi ulang, pihak rumah sakit secara bertahap akan proaktif menghubungi semua pasien, baik melalui telefon maupun surat. Saat ini, pemanggilan sudah dimulai, bahkan sudah ada yang menerima vaksinasi ulang.
Kami memiliki data semua penerima vaksin bermasalah. Jumlah penerima vaksin bermasalah di tempat kami relatif sedikit. Karena dari 12 jenis vaksin di rumah sakit kami, memang hanya dua yang bermasalah yaitu Pediacel dan Hepatitis B," ujarnya.
Terkait pembelian vaksin dari sebuah perusahaan penyedia yang kemudian bermasalah tersebut, Deasy mengungkapkan, bermula dari kelangkaan vaksin pada Februari-Maret 2015.
Pada saat itu, lanjutnya, hampir semua vendor atau penyedia tidak memiliki ketersediaan vaksin, padahal di sisi lain permintaan tetap tinggi, karena selalu terdapat anak yang harus divaksin.
Pada saat itulah muncul penawaran dari CV Azka Medical, dengan Nomor 027/AM/2015 tertanggal 28 April 2015.
Awalnya, lanjut Deasy, rumah sakit sama sekali tidak curiga dan tidak tahu bahwa vaksin dari CV Azka Medical, bermasalah, perusahaan tersebut ertindak selayaknya distributor resmi, seperti adanya purchase order (PO).
Oleh karena itu, RS dr. Sander B Cikarang kemudian melakukan prosedur dan proses pembelian sesuai standard operational procedure (SOP) yang berlaku.
Dari sisi harga, dia mengungkapkan, pembelian dilakukan dengan harga wajar, bahkan, beberapa vaksin dari penyedia tersebut justru lebih mahal dari yang selama ini dibelinya dari distributor lain, diantaranya vaksin jenis Rotarix.
Vaksin tersebut dijual , Azka Medical seharga Rp320 ribu/boks, tambahnya, padahal, harga dari distributor sebelumnya, yakni PT Anugerah Argon Medica, hanya Rp205 ribu/boks.
Bukan hanya RS dr. Sander B Cikarang yang merupakan rumah sakit kecil, namun rumah sakit besar pun banyak yang kecolongan," katanya.
Cium keanehan Deasy mengungkapkan, sekitar April-Mei 2016, sebelum kasus vaksin palsu terkuak di media massa, pihaknya mulai mencium keanehan, di antaranya, volume vaksin ternyata hanya 0,40-,45 cc, padahal, seharusnya 0,50 cc, sebagai antisipasi adanya vaksin yang tersisa ketika dokter membuang udara dalam jarum suntik.
Pihaknya kemudian melakukan komplain kepada CV Azka Medical, dan menanggapi hal itu perusahaan tersebut mengeluarkan surat jaminan 100 persen keaslian melalui surat benomor 019/AM/06-16 tanggal 01 Juni 2016.
Namun demikian pihaknya tetap mempertimbangkan risiko yang ada dan menghentikan pembelian saat itu juga, sedangkan terhadap vaksin yang sudah terlanjur dibeli, dilakukan retur atau pengembalian pada 02 Juni 2016.
Sedangkan pembelian lama, misal pembelian Juni 2015 yang belum digunakan, pihak rumah sakit melakukan penghancuran pada 22 Juni 2016, karena memang tidak bisa dilakukan retur.
Jadi, jauh sebelum peristiwa tersebut meledak, kami sudah melakukan langkah-langkah pengamanan," katanya.
Menyinggung kerugian yang diderita rumah sakit akibat pembelian vaksin bermasalah tersebut, Deasy menyatakan, pihaknya belum melakukan penghitungan namun demikian yang jelas-jelas dirugikan adalah masyarakat atau pasien sehingga pihaknya berkomitmen segera menyelesaikan vaksinasi ulang.
