Ada 26 adegan rekonstruksi tambahan saksi," ujar Kasubag Humas Polres Jaksel, Kompol Purwanta dalam jumpa pers di Apartemen Belleza, Sabtu (16/7/2016).
Dalam rekonstruksi, tersangka diketahui melakukan pembunuhan pada adegan peragaan kelima. Saat itu tersangka dan korban yang punya hubungan khusus ini cekcok di tangga darurat.
Saat cekcok, pelaku melakukan pencekikan di lantai 30 apartemen pada hari Jumat, 3 Juni 2016.
Dicekik di lantai 30, lalu korban diseret di bawah," kata Kanit Resmob Polres Jaksel, AKP Mohamad Iskandarsyah.
|
Adegan rekonstruksi pembunuhan Jeni Nurjanah, Sabtu (16/7/2016). Foto: Dok.
|
Tersangka lalu membawa Jeni ke kamar 23A. Di kamar ini Ferdianto kembali mencekik korban kali ini dengan tali gorden untuk memastikan Jeni tak bernyawa. Mayat Jeni baru ditemukan pada 29 Juni.
Iskandarsyah memastikan, pembunuhan Jeni dilatarbelakangi rasa sakit hati tersangka. Perkataan Jeni yang menghina istri Ferdianto memicu kemarahan tersangka hingga akhirnya melakukan pembunuhan.
Korban dan tersangka memiliki hubungan khusus. Motifnya sakit hati," sebutnya.
