Metrotvnews. Hujan lebat mengguyur Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, sejak Kamis 14 Juli. Sungai-sungai pun meluap hingga mengakibatkan banjir.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebanyak 12 desa di tiga kecamatan terendam banjir setinggi 1 hingga 2,5 meter. Ribuan warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi.
Sekitar 735 rumah terendam banjir dan 1. Metrotvnews. Sabtu (16/7/2016).Daerah-daerah yang terendam banjir meliputi Kecamatan Andowia (Kel. Andowia, Ds. Anggolo Hipo, Ds. Puusuli, Ds. Labungga, Ds. Anggomate, Ds. Laronanga, Ds. Larobende, Ds. Puuwonua, Ds. Almolameh, Ds. Lamundowo, Ds. Banggarema, Ds. Lahembua), Kecamatan Asera (Kel. Wanggudu, Ds. Puuwanggudu, Ds. Wanggudu Raya, Ds. Tapuhuatu), dan Kec. Lasolo (Ds. Otole, Kel. Tinobu).
Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara bersama TNI, Polri dan SKPD masih berada di lapangan untuk melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan. BPBD Konawe Utara mendirikan dua pos pengungsian, tenda posko, distribusi makanan dan layanan kesehatan.
Bupati Konawe Utara sudah turun ke lokasi untuk melihat perkembangan dan memberikan arahan penanganan bencana," ujarnya.
Meski banjir mulai surut, di bagian hulu sungai masih mendung dan berpotensi hujan. Sungai-sungai masih meluap sehingga banjir kemungkinan bisa kembali terjadi. Sementara itu, banjir dan longsor juga terjadi di Ambon. Banjir menggenangi ratusan rumah di Kecamatan Sirimau dan Kecamatan Laitimu Selatan Kota Ambon.
Tiga rumah rusak akibat longsor. BPBD Kota Ambon bersama BPBD Prov Maluku, TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD dan relawan melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Pendataan masih dilakukan," tandas Sutopo.
