Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan, pihaknya meminta Polri untuk menelusuri dan mengungkap dugaan masuknya dana setara Rp 20 miliar dari Suriah kepada jaringan teroris di Yogyakarta. Tentara Tahuid) dari Suriah pada Juni lalu.
IPW mendapat informasi adanya dana setara Rp 20 miliar yang masuk ke Indonesia, lewat salah satu bank pemerintah di kawasan UGM Yogyakarta," ujar Neta di Jakarta, Minggu (17/7).
Dana tersebut, kata Neta, dikirim seseorang dari Suriah untuk seseorang di Yogyakarta. Pihak bank sendiri menghubungi kepolisian saat pemilik dana itu hendak mengambil uangnya.
Namun, sejauh ini belum jelas, apa dan bagaimana tindakan kepolisian. Yang jelas, dana tersebut sudah dicairkan dan diambil seorang lelaki berjanggut panjang, pada akhir Juni lalu," tandas dia.
Dengan masuknya dana itu, menurut Neta, Polri perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi kantong-kantong radikalisme yang berpotensi menjadi kelompok-kelompok terorisme di Indonesia.
Sehingga, gerakan aksi teror tidak terjadi lagi di tanah air, pascaserangan teror yang menewaskan sejumlah orang di Prancis beberapa hari lalu," tutur dia.
Apalagi, lanjut Neta, dari Suriah, ISIS sudah menyebarkan video ancaman akan menebar teror di Indonesia. Dalam video itu, ditunjukkan para remaja berseragam militer dan sebagian memeluk AK 47. Pemimpin mereka seorang lelaki berjanggut panjang yang terus menerus menyampaikan ancaman ke Indonesia.
Bagaimana pun, ancaman ini perlu diantisipasi Polri. Terutama, setelah adanya serangan bom bunuh diri yang dilakukan Nur Rochman ke Polresta Solo pada awal Juli lalu," pungkas Neta.
BeritaSatu.
