Ilustrasi.
Metrotvnews. Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan pekan kemarin mengalami penguatan terbatas terhadap mata uang dolar AS (USD). Minimnya sentimen positif membuat rupiah tidak bergerak leluasa di zona hijau.
Sentimen pertama, rupiah terbantu oleh menguatnya GBP dan EUR terhadap USD, sehingga kondisi itu membuat rupiah sedikit tenang. tax amnesty. Alhasil membuat pergerakan Rupiah bergantung pada keadaan global khususnya BoE yang tetap mempertahankan tingkat suku bunganya.
Dengan keadaan di atas membuat pergerakan rupiah cenderung menguat terbatas," jelas Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya, Senin (18/7/2016).Penguatan rupiah, menurut Reza, ditambah lagi dengan kembali melemahnya Yen seiring ekspektasi stimulus Bank of Japan (BoJ) turut menghambat penguatan Rupiah terhadap USD. Pada hari ini, masih belum adanya sentimen yang kuat dan mampu menopang rupiah. Hal itu diakui Reza, memicu rupiah hanya cenderung bergerak konsoliasi.
Kembali membaiknya harga komoditas dunia disertai CPO yang berada di level RM 2. 76/MT, diharapkan sentimen tersebut mampu dijadikan momentum mata uang Garuda untuk mendobrak area resisten.
Tetap cermati setiap sentimen yang ada pada rupiah. Posisi support, rupiah bergerak di level Rp13. 093 per USD, dengan level resisten Rp13. 058 per USD," tegas Reza.
Sebelumnya dikatakan, secara teknikal gerak Rupiah masih mencoba untuk bergerak menguat menembus level resisten. dari pelaku pasar.
