Metrotvnews. Komisi III DPR RI menilai permasalahan teroris, khususnya jaringan Santoso tidak akan selesai, meski personel gabungan berhasil melumpuhkan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur dalam baku tembak yang terjadi di Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa. Menurutnya, akan ada Santoso-Santoso lain yang akan muncul pada masa datang.
Pertanyaannya, apakah dengan tertembaknya Santoso, teroris di negeri kita selesai atau tidak? Saya lihat tidak selesai juga, karena akan muncul Santoso-Santoso lain," kata Desmond saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/7/2016).
Munculnya Sanotos-Santoso lain karena ada dua hal, yakni paham radikal dan rasa ketidakpuasan terhadap kondisi di negara ini. Sehingga, ketidakpuasan itu menimbulkan pragmatis dalam pikiran seseorang atau kelompok," kata Desmond.
Satgas Tinombala dengan sandi Alfa 29 melaporkan, terlibat kontak senjata selama setengah jam pada pukul 17. 00 WITA, Selasa, 18 Juli 2016, di wilayah Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah.
Dua orang meninggal dunia,dan kami mengamankan satu pucuk senjata M-16," demikian dilaporkan Alfa 29.
Lelaki yang tertembak memiliki ciri berjenggot dan bertahi lalat, diduga dia adalah Santoso. Sedangkan, satu jenazah lain belum dikenali. Adapun tiga orang lainnya, yakni dua perempuan dan satu lelaki melarikan diri. Yang perempuan diduga lari ke barat dan lelaki ke selatan.
Saat ini, dua anggota kelompok Santoso yang tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala masih dalam tahap evakuasi. Tim masih berusaha menurunkan jenazah dari hutan pegunungan.
Butuh waktu beberapa jam untuk mengeluarkan jenazah itu dari dalam hutan karena lokasinya berada di hutan pegunungan dengan medan yang cukup sulit," kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto.
