Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. ANT/Reno Esnir.
Metrotvnews. Partai Golkar dikabarkan telah menyodorkan nama-nama kadernya untuk menjadi menteri kepada Presiden Joko Widodo. Namun, kabar tersebut dibantahkan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.
Ketum (setya Novanto) menjelaskan bahwa sampai pada hari ini kita tidak bicara masalah itu, apalagi ada nama-nama. Dan juga saya konfirmasi kepada Ketum apa betul Presiden minta nama? Kata beliau tidak pernah," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2016).
Menurut Idrus, Golkar konsisten mendukung Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tanpa syarat. Dukungan Golkar, kata dia, hanya karena keterpanggilan dan untuk memperkuat sistem presidensial.91 kursi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar didedikasikan untuk memperkuat partai-partai pendukung pemerintah yang ada di DPR ini. Untuk menjamin sistem pemerintahan presidensial semakin kuat," tukas Idrus.
Kabar Golkar telah menyerahkan nama menteri dihembuskan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono. Agung menyebut Setya Novanto sudah mengirim dua nama yang bisa membantu Presiden Joko Widodo.
Sementara, Idrus mengatakan, meski Novanto sering bertemu dengan Jokowi, tidak pernah ada pembahasan soal tawar-menawar menteri. Jangankan bicara 4, 5, 6 kursi, Presiden tidak pernah minta nama. Karena tidak pernah minta nama, malah tentu kita tidak menyodorkan," pungkas dia.
