BANYUWANGI, KOMPAS. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyebut, menjadi petani ternyata susah. Hal tersebut disampaikannya setelah ia ikut membajak sawah menggunakan kerbau dan menanam padi bersama dengan para petani, pada Festival Padi yang digelar di desa Sumbergondo Rabu (20/7/2016).
Ternyata susah jadi petani. Kita yang tinggal makan nasi saja terkadang masih sering protes," katanya sambil tertawa.
Ia mengatakan, festival padi yang baru pertama kali digelar ini sebagai upaya untuk menghidupkan budaya agraris tanam padi tradisional masyarakat Indonesia di tengah modernisasi pertanian.
Sengaja kami undang juga para siswa untuk ikut menanam padi biar mereka juga menghargai kerja petani," kata Anas.
Untuk melindungi luasan sawah yang ada di Banyuwangi agar tidak dirikan bangunan, ia mengaku sudah diatur dalam perda tata ruang. Sudah ada aturannya biar sawah enggak jadi perumahan," jelasnya.
Pada Festival Padi tersebut, seluruh warga dan pengunjung mengikuti makan tumpeng bareng yang dibawa oleh ratusan petani sebelum tanam padi dimulai.
Kompas. mengatakan, festival tersebut melibatkan sekitar 350 petani dengan luas sawah yang ditanam seluas 20 hektar dengan 20 kerbau yang membajak sawah.
Total luas sawah yang ada di Desa Sumbergono ini seluas 400 hektar dan masyarakat disini selalu melakukam selamatan di musim awal tanam seperti ini," jelasnya.
