Cita-cita besar untuk melakukan pendidikan politik cerdas bagi warga Yogyakarta dalam Pilkada serentak 2017, kandas di tengah jalan. Jogja Independent (Joint) yang dideklarasikan oleh sejumlah tokoh termasuk mantan Komisioner KPK Busyro Muqoddas, tidak mampu mengumpulkan dukungan KTP untuk mengusung Garin Nugroho dan Romy Heryanto, yang terpilih dalam Konvensi Joint.
Juru bicara Joint, Syubki Ridho, Kamis (21/7) menegaskan, ada beberapa alasan yang menyebabkan dihentikannya prosesnya diantaranya karena jumlah perolehan KTP yang masih jauh dari target.
Proses pendaftaftaran pasangan calon independen ke KPUD Kota Yogyakarta, kurang 20 hari lagi, namun relawan Joint hanya mampu mengumpulkan sekitar 4. 000 KTP.
Jumlah ini jauh dari peraturan KPU tentang calon independen yakni 8,5 persen dari jumlah pemilih atau 27 ribu KTP,” ujarnya.
Lebih-lebih, lanjut Ridho, untuk mendukung terselenggaranya proses demokrasi ini Joint juga terkendala dana. Program ‘Jogja Urunan’ untuk mengumpulkan dana sukarela dari masyarakat juga tidak mendapat respon.
Namun, apapun itu, lami mengucapkan terimakasih atas partisipasi segenap pegiat joint atas perjuangannya selama ini dan mengajak untuk terus bersama terlibat memberdayakan masyarakat," tambahnya.
Koordinator relawan Joint, Herman Doddy juga menyatakan, untuk selanjutnya, penggagas Joint mempersilahkan jika Garin dan Romy akan melangkah terus bahkan bergabung dengan partai politik.
Donny juga menyatakan, Joint tetap akan independen dan tidak bergabung dengan afiliasi manapun dalam Pilkada.
Kalau mas Garin mau maju melalui jalur partai silakan, tapi secara institusi Joint tidak akan bergabung dengan partai atau institusi manapun," kata Herman Doddy.
Dikonformasi terpisah, Sineas Indonesia, Garin Nugroho mengungkapkan bahwa keputusan yang ditempuh Joint memang berat, namun memang sulit mengumpulkan dukungan KPT hingga 27 ribu.
Banyak kendala yang ditemukan di lapangan. Konstelasi politik di Kota Yogya memang berbeda. Saya memang bisa diterima oleh masyarakat, namun untuk menyerahkan dukungan, masyarakat masih ragu,” ucap Garin.
Meski begitu, Garin berterima-kasih atas segala proses yang telah ditempuh Joint untuk memperkenalkannya kepada publik Yogya.
Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2017 mendatang.
Bahkan komunikasi intensif sudah dilakukannya dengan beberapa pengurus DPP PDIP.
Sudah sejak lama, saya bersahabat dengan teman-teman di DPP PDI-P, bahkan jauh sebelum masuk konvensi Joint. Untuk soal Pilkada, ya memang ada pembicaraan ke arah itu, tetapi masih sebatas komunikasi,” katanya.
