logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

July 03, 2016 at 02:29PM

JAKARTA, KOMPAS. mendorong terwujudnya politik yang bersih.

Padahal, semestinya partai politik bisa mengkontrol tindak tanduk politisi di dalamnya.

Parpol di Indonesia belum menjadi penjaga bagi praktek politik yang bersih dari korupsi," ujar Toto saat dihubungi, Minggu (3/7/2016).


seharusnya turut bertanggung jawab. tidak hanya memecat dan membiarkan anggotanya itu bertanggung jawab sendirian seolah hal itu menjadi urusan pribadi Putu Sudiartana.

tidak bisa terus-terusan 'cuci tangan' setiap kadernya tertangkap. harus evaluasi diri terhadap kenyataan partainya menjadi sarang para koruptor," kata Toto.

selama ini belum melakukan bersih-bersih.

tetap menjadi tempat yang nyaman bagi para koruptor," kata dia.

harus mengakui realitas ini. harus segera melakukan bersih-bersih secara sungguh-sungguh dan tegas.

Toto menambahkan, badan anggaran DPR juga perlu disorot dan diperiksa. Pasalnya, penangkapan Sudiartana terkait dengan Banggar.

Banggar juga patut diduga belum berubah, masih dimanfaatkan anggotanya sebagai tempat mengerup uang suap dan korupsi," kata Toto.

dari semua jabatan yang diembannya. I Putu Sudiartana Resmi Diberhentikan Demokrat jika.

Keputusan itu diambil setelah partai pimpinan Susilo Bambang Yuhdoyono ini menerima informasi Putu ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK.

I Putu Sudiartana menjadi salah satu dari enam orang yang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan.

Sudiartana ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap terkait proyek pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat.

KPK saat ini tengah mendalami keterlibatan Putu lantaran dia bukan anggota komisi yang membawahi infrastruktur. Selain itu, Putu juga bukan berasal dari daerah pemilihan Sumatera Barat.

yakni M Nazaruddin, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Hartarti Murdaya, Jero Wacik, Sutan Bhatoegana.

Rachlan Nashidik menilai langkah KPK menyatakan bahwa Putu Sudiartana terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), terlalu tergesa-gesa.

Menurut Rachlan, dalam jumpa persnya Rabu (29/6/2016) malam, penjelasan KPK sama sekali tak menggambarkan bahwa proses penangkapan Putu merupakan sebuah OTT.

Kenapa secepat ini dilakukan penangkapan dan diberi status OTT, sementara tak ada transaksi saat penangkapan dan bukti petunjuk berupa bukti transfer itu belum diselidiki," ujar Rachlan saat diwawancarai di Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2016).

mengapresiasi langkah yang dilakukan KPK meskipun telah menangkap seorang anggota partainya.

kata Amir, maka Putu akan mendapat sanksi organisasi yang tegas berupa pemberhentian dari semua jabatan yang disandangnya.

Demokrat Tetap Jadi Tempat Nyaman bagi Para Koruptor - KOMPAS.com
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. BERITA OKNUM - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger