logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

July 12, 2016 at 07:27AM

INILAHCOM, Simalungun - Bupati Simalungun, Jopinus Ramli (JR) Saragih kembali membuktikan komitmennya mengembangkan kawasan wisata Danau Toba. Mulai hari ini, peraih Kepala Daerah Inovatif dari Menteri Dalam Negerai (Mendagri) itu mencabut retribusi. Kini masyarakat dapat mengunjungi kawasan Danau Toba di Parapat Simalungun secara gratis.

Sudah saya lakukan tindakan mulai hari ini. Retribusi Danau Toba sudah kita batalkan, dan tidak berlaku lagi. Dan semua gratis masuk Danau Toba," kata JR kepada wartawan, di Simalungun Selasa (12/7/2016).

Putusan untuk mencabut retribusi itu bermula dari kegeraman JR saat mendengar adanya pungutan liar (pungli) di Parapat. Tak tanggung-tanggung, besaran pungli itu 10 kali lipat dari retribusi resmi Pemda Simalungun sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Masuk Daerah Wisata Parapat.

Untuk bus berukuran besar dikenakan tarif masuk Rp120 ribu, bus ukuran tiga perempat dikenakan Rp50 ribu, mobil ukuran L300 dikenakan Rp30 ribu, truk Rp100 ribu, dan motor Rp10 ribu. Padahal, retribusi resmi yang diterapkan pemerintah hanya Rp10 ribu untuk bus dan Rp2. 500 biaya masuk perorang.

Saya minta maaf pada semua masyarakat yang berkunjung ke Danau Toba. Ini tidak saya benarkan. Tarif itu sudah ada, hanya Rp10 ribu untuk mobil dan satu penumpang Rp2. 500," jelas JR.

Saat ini, kata JR, pihaknya sedang berusaha untuk mengungkap pelaku pungli itu. Apa yang dilakukan mereka, kata dia, menganggu upaya pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia. Petugas kami tidak membuat tarif itu, kami sedang lakukan pengecekan. Hari ini saya sudah ada di pintu gerbang, untuk telusuri," ujarnya.

Seperti diketahui, JR adalah bupati di Sumatera Utara yang sangat getol mendukung visi Pemerintah Pusat untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas ketiga setelah Bali dan Jakarta. Beberapa langkah nyata sudah dilakukannya, seperti penertiban KJA, membuka jalur kereta api Tigaras-Raya menuju Kuala Namu dan Danau Toba, serta revitalisasi peninggalan sejarah seperti monumen Bung Karno yang terletak di Parapat.

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. BERITA OKNUM - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger