Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Barat, Muslim Nur mengajak warga Padang untuk membalikkan hasil penelitian sebuah lembaga riset yang menyebutkan Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tidak Islami.
Masih perlu bukti kuat dari riset tersebut, namun sebagai sesama muslim sudah saatnya melakukan aktivitas yang memegang prinsip keislaman," kata Muslim, saat dikonfirmasi, Kamis (14/7/2016).
Menurut dia, salah satu upaya yang dapat dilakukan umat muslim untuk membuktikan bahwa Kota Padang Islami adalah dengan meramaikan masjid dengan beragam ibadah dan kegiatan lainnya.
Di masjid, sebuah pertemuan, musyawarah, sudah sebaiknya umat muslim saling menyatukan perbedaan namun tetap menjaga ketakwaan. Serius dan taat beribadah seperti salat dan sedekah dapat menghancurkan stigma buruk tersebut," ujar dia.
Dia mencontohkan, apa yang telah dilakukan PITI dalam beberapa bulan ke belakang. Salah satunya menghimpun dan menerima aspirasi warga keturunan Tionghoa yang ingin mengenal agama Islam lebih jauh.
Hasilnya, sekira 200 warga keturunan Tionghoa di Sumbar menyatakan mualaf atau masuk agama Islam. Setidaknya kami telah memiliki 200 orang lebih anggota PITI saat ini," tuturnya.
Sebagai langkah awal untuk menunjang ibadah warga keturunan Tionghoa serta umat muslim lainnya, pihaknya merencanakan mendirikan masjid pertama di Padang. Masjid yang nantinya akan dinamakan Muhammad Cheng Ho itu akan dibangun di Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan yang warganya mayoritas multietnis.
Saat ini baru selesai pembebasan lahan, dan akan segera dibangun, diharapkan memberi kemudahan ibadah warga sekitar," katanya.
Dia berharap, dengan adanya masjid tersebut ditambah ribuan masjid lain di Padang, stigma negatif dari riset tersebut dapat terkikis.
Sementara, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi langkah PITI dalam memajukan dan mengembangkan agama Islam pada masyarakat multietnis di Padang.
