Menteri BUMN, Rini Soemarno, memprediksi gabungan perusahaan pelat merah bisa menyerap dana repatriasi sekitar Rp 200-300 triliun.
di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016).
Menurut Rini, alurnya seperti ini. Pertama-tama, dana repatriasi masuk ke bank persepsi, di antaranya adalah 4 bank milik negara yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).
Setelah itu, kata Rini, pemilik dana bisa bebas menginvestasikan dananya ke berbagai instrumen investasi. Peran BUMN kembali muncul melalui Bahana, Danareksa, Mandiri Sekuritas, dan BNI Securities.
Nah, kita menawarkan ditaruh di kita (BUMN). yang dikelola oleh manajer investasi kita, yang mereka kemudian dalam waktu sekarang ini bisa ditaruh dulu di deposito, di tabungan, dan kita memberikan pilihan investasi yang ada di BUMN," katanya.
Selain investasi di pasar keuangan, para manajer investasi (MI) BUMN itu juga akan menawarkan investasi di sektor riil melalui proyek-proyek yang dikerjakan BUMN.
Mereka bisa ikut umpamanya di jalan tol Malang-Pandaan, umpamanya ya, dan sudah selesai dan sudah ada pendapatan kita mengajak partner. Sehingga BUMN-nya pun bisa kemudian dana itu kita manfaatkan untuk membangun jalan tol lain," katanya.
Kita juga ada seperti sekuritisasi untuk pembangunan perumahan rakyat. Jadi kita menawarkan itu. Kita juga menawarkan obligasi dalam rupiah atau dalam dolar AS," tambahnya.
IPO).
Dan ada juga beberapa anak perusahaan BUMN yang akan kita IPO-kan. Seperti Tugu Pratama Asuransi, HK Realty. Jadi anak perusahaan ada beberapa. Kita masih mendetailkan. Yang kita harapkan juga, untuk pemegang dana yang tidak terlalu besar dan mereka mau masuk ke agrikultur, jadi kita menawarkan untuk investasi di hortikultura 100 ha, 500 ha, 1. 000 ha," ujar Rini.
redaksi[at]detikfinance.
sales[at]detik.
