Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan siap mengarahkan arus masuk dana repatriasi hasil program tax amnesty untuk pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan oleh beberapa perusahan BUMN.
Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, ada beberapa proyek yang dianggap siap menampung dana repatriasi tax amnesty. Pertama, proyek jalan tol baru ataupun yang sudah jalan atau ground field project. Misalnya proyek di Malang-Pandaan.
Mereka bisa ikut, umpamanya di jalan tol Malang-Pandaan. Kita ajak partner (pemilik dana tax amnesty), ketika sudah ada pendapatannya kita bisa manfaatkan lagi nanti untuk membangun jalan tol lain," tuturnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Selain itu, Kementerian BUMN juga akan mengarahkan ke BUMN sekuritas. Dimana nantinya akan banyak diterbitkan surat utang atau obligasi proyek pembangunan perumahan rakyat. Jadi kita menawarkan itu (sekuritas). Kita juga menawarkan obligas dalam Rupiah atau dalam USD," terangnya.
Kemudian, lanjut Rini, ada juga beberapa anak perusahaan BUMN yang akan melakukan IPO seperti Tugu Pratama Asuransi dan HK Realty. Namun hal itu masih dalam pembahasan di BUMN.
Kita harapkan juga, untuk pemegang dana yang tidak terlalu besar dan mereka mau masuk ke agriculture. Jadi kita menawarkan investasi di holtikultura 100 ha, 500 ha, hingga 1. 000 hektar," tuturnya.
Sementara itu, untuk infrastruktur energi, Pertamina yang tengah mengerjakan proyek besar bisa di support dana masuk tax amnesty. Seperti dua kilang di Bontang dan Tuban dan empat kilang yang akan ditingkatkan.
